Friday, November 13, 2015

Tulisan Saya

Sejak kecil saya sangat senang membaca. Ritual membaca membuat saya merasa nyaman, tenang, siap, dan lebih percaya diri. Tak peduli di mana saya berada, buku bagai sahabat sejati yang menemani kemanapun saya pergi. Saking senangnya membaca, saya membawa buku ketika ke kamar kecil. Ibu saya sering menegur karena tak sedikit buku yang jadi keriting karena basah.

Kebiasaan membaca ini tentu berujung pada angan-angan ingin memiliki buku bacaan yang saya buat sendiri. Angan yang sampai saat ini masih saya kejar. Tanpa saya sadari, banyak hal membuat saya menomor sekiankan angan saya ini. Sampai akhirnya di sebuah siang yang biasa saja, saya mendapat broadcast message yang tidak biasa tentang “Kelas Menulis Online” yang diprakarsai Tendi Murti. Penasarankan apa itu “Kelas Menulis Online” sampai-sampai membuat saya teringat kembali angan saya.. menjadi penulis.

Untuk menjadi penulis, saya mulai membiasakan diri saya untuk menulis. Menuangkan ide dan pendapat saya melalui sebuah tulisan. Tulisan yang idealnya bisa memberikan dampak pada sekitar. Lalu sebenarnya apa sih tulisan itu dan bagaimana ia dapat memberi dampak pada orang yang membacanya? 

Tulisan berasal dari kata dasar tulis. Kamus Besar Bahasa Indonesia menyebutkan bahwa kata tulis mengandung arti huruf (angka dan sebagainya) yang dibuat (digurat dan sebagainya) dengan pena (pensil, cat, dan sebagainya) 1. Jadi ketika kita melihat satu huruf saja, misalnya a, di atas sebuah kertas berarti kita sudah melihat tulisan. Tapi apakah tulisan yang seperti itu yang akan saya tulis? Tentu tidak. Saya ingin menulis tulisan  yang mampu menggambarkan atau mendeskripsikan sebuah keadaan atau situasi, sehingga orang yang tidak berada di situasi tersebut bisa ikut merasakan. Saya juga ingin menjadi penulis yang mampu menggiring cara berpikir pembaca tulisan saya. 

Untuk bisa menghadirkan tulisan yang baik, tidak ada salahnya saya menilik kembali hal-hal yang berkaitan dengan tulisan. Awal mula tulisan ditemukan sekitar 3200SM di daerah Mesopotamia dan sekitar 600SM di daerah Mesoamerica 2. Sedangkan daerah yang menjadi tempat berkembangnya tulisan masih menjadi perdebatan, apakah itu di Mesir kuno ataukah Cina 2.

Huruf Mesopotamia
Sumber:
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/d/d5/Letter_Luenna_Louvre_AO4238.jpg


Huruf Mesir Kuno
Sumber: 
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/9/9d/Papyrus_Ani_curs_hiero.jpg


Tulisan juga digunakan sebagai penanda kemajuan suatu peradaban. Suatu zaman dalam sebuah peradaban dibedakan menjadi dua yaitu zaman sebelum manusia mengenal tulisan (zaman pra sejarah) dan zaman manusia sudah mengenal tulisan (zaman sejarah) 3. Tentu setiap daerah memerlukan waktu yang berbeda-beda ketika memasuki zaman sejarah.

Indonesia sendiri diperkirakan memasuki zaman sejarah (mengenal tulisan) pada abad-abad akhir Sebelum Masehi. Hal ini ditunjukkan melalui catatan-catatan bangsa kita dengan orang Tiongkok. Adanya hubungan dengan dunia luar berupa catatan-catatan dengan orang Tiongkok dan India3.

Sebenarnya seberapa penting sih tulisan, sampai bisa dijadikan penanda kemajuan? Tulisan sering kali digunakan sebagai alat perekam. Melalui tulisan, kita bisa mengungkap apa yang terjadi di masa lalu. Tulisan juga bisa digunakan sebagai alat pengingat. Sifat lupa yang menjadi salah satu ciri kealpaan manusia bisa diminimalkan dengan membaca kembali tulisan. Tulisan juga digunakan sebagai alat komunikasi. Tak jarang tali silaturahmi antar individu dapat terjalin baik berkat tulisan.

Tulisan ada karena aktivitas membuat tulisan, atau sering kita sebut dengan menulis. Banyak hal bisa kita dapat dengan menulis. Seseorang bisa mencurahkan ataupun mengekspresikan perasaannya melalui menulis. Perasaan gembira, sedih, marah, bahkan rasa bosan bisa dicurahkan melalui kegiatan menulis. Saking serunya kegiatan menulis ini, bagi orang dengan kreativitas dan rasa seni tinggi, menulis dijadikan ajang untuk menyalurkan rasa seni, jadilah kaligrafi.

Salah Satu Contoh Kaligrafi

Sumber: 
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/37/Iqra.jpg/250px-Iqra.jpg

Bagi saya pribadi, menulis membuat saya bebas mengekspresikan diri. Menulis membuat saya bisa menjadi diri sendiri. Menulis membuat saya mau tidak mau tetap belajar, karena ada dorongan kuat dari dalam diri untuk bisa membuat tulisan yang baik. Bahasa Jawanya: ga ngawur, atau asal tulis. Menulis juga memberikan saya waktu luang untuk diri sendiri, bahasa masa kininya: me time. Menulis juga menjadi media saya untuk bermeditasi, merenungkan dan menggali potensi saya, baik pikiran, hati, dan raga. Banyak ya manfaat menulis, terutama buat saya pribadi.

Meskipun saya menyadari banyak manfaat yang bisa saya dapatkan ketika menulis, saya belum pernah secara serius dan ikhlas menulis sebuah topik bahasan dan mengungkapnya hingga tuntas. Pertama dan yang paling akhir saya melakukan hal tersebut karena harus membuat Karya Tulis Ilmiah (skripsi) sebagai salah satu syarat kelulusan ketika di perguruan tinggi. Malu ya.. tapi seperti jargon terkenal “Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali”.. dengan mengesampingkan rasa malu..dengan kepala tegak saya akan mengatakan bahwa “Saya akan jadi penulis”.

Ada banyak tulisan pernah saya baca, mulai puisi, cerpen, novel, buku ilmiah, bahkan komik, tapi hanya beberapa yang menginspirasi saya. Entah itu dari cerita yang dituliskan, alur cerita yang disuguhkan, gaya bahasa yang digunakan, atau bahkan kenyentrikan sang penulis megekspresikan dirinya lewat tulisannya. Tulisan memang mampu membawa saya masuk ke dunia- dunia baru yang terkadang tak pernah saya bayangkan sebelumnya. Berikut beberapa penulis yang saya kagumi:

Pramoedya Ananta Toer dengan tetraloginya, mampu membawa saya ke masa lalu. Dia mampu menggabungkan sejarah Indonesia dengan tokoh fiksi ciptaannya, Minke. Ideologi dan pemikirannya melebur menjadi satu dalam cerita yang dituliskan. Penjara yang menawan raganya untuk bebas tak mampu menawan jiwa dan pemikirannya.

Salah Satu Buku dalam Tetralogi Pramoedya Ananta Toer

Sumber:
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/7/74/Bumimanusia_big.gif/220px-Bumimanusia_big.gif


Selain Pramoedya, saya senang membaca beberapa karya Jane Austen seperti “Pride and Prejudice” dan “Persuasion”. Novelis asal Inggris ini piawai meramu kisah percintaan dengan kondisi sosial masyarakat Inggris era Victoria. Caranya mendiskripsikan situasi pada era itu membuat saya tergelitik untuk mencari tahu seperti apa zaman keemasan Victoria. Tentu saja dengan bantuan internet, dahaga saya terpuaskan. Mulai dari video dokumenter dari Youtube, cerita-cerita yang terpapar di Wikipedia, hingga website museum di Inggris.

Menyeberang ke negeri Paman Sam, ada Harper Lee dengan novel “To Kill  a Mockingbird” yang dengan gagahnya menghidupkan karakter Atticus. Dia mampu mendapatkan penghargaan Pullitzer Prize dari satu-satunya novel yang dia publikasikan di tahun 1964. Tak malu-malu Lee mengangkat topik yang cukup kontroversial di era itu, pemerkosaan dan rasialisme terhadap orang kulit hitam.

Terkadang kita melihat situasi yang menurut hati nurani kita kurang tepat, tapi kita merasa tak bisa berbuat apa-apa. Percayalah, dengan tulisan kecil, kita bisa membuat perubahan-perubahan. Menulis dan membagikannya bisa membuat orang lain mengerti. Menulis juga dapat membuat orang lain mendapat informasi tambahan. Tapi ingat, tak sedikit tulisan yang bisa menyesatkan orang lain, salah arah, dan membuat situasi semakin keruh. Jadi sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang mau membagi ilmunya, menyebarkan manfaat, kebenaran, dan energi positif. Tunggu apalagi..mari mulai menulis! Ini tulisan saya, mana tulisan Anda?



Referensi:
  1. http://kbbi.web.id/tulis
  2. https://en.wikipedia.org/wiki/History_of_writing
  3. https://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Indonesia

2 comments:

Ronny Dewanyara Putra said...

Semangat Nulis kakak..

Salam kenal ya.
Saya Ronny Depu KMO jga..

Saling coment tugas ya..
ini link tugas saya ya ->> http://bit.ly/tugas1KMO

www.ronnydepu.com

Hersanti Sulistyaningrum said...

Terimakasih mas Ronny..
Semoga semangat menulis saya yang mulai menyala tetap konsisten ya.
Salam kenal dari KMO 4B kelompok 1 😊

Post a Comment