Sunday, November 11, 2012

PEMBERIAN MADU PADA BAYI



Kenapa Bayi Tidak Disarankan untuk Mengkonsumsi Madu?
Kapan Anak Anda Diperbolehkan Mengkonsumsi Madu?

Pertanyaan yang sering muncul ketika mulai memberikan makanan pada bayi adalah waktu yang tepat dalam pemberian madu. Madu tidak disarankan untuk bayi usia kurang dari satu tahun.
Berdasarkan saran dari “The American Academy of Pediatrics”, madu sebaiknya tidak diberikan pada bayi kurang dari satu tahun walaupun dicampurkan dalam air, makanan, ataupun formula. Hal ini juga berlaku pada madu yang dibubuhkan pada saat pemasakan.
Banyak orang yang berpikiran madu tidak berbahaya untuk bayi usia kurang satu tahun karena satu dan lain hal. Banyak orang tetap memberikan madu pada bayi kurang dari satu tahun karena tradisi. Disini kita akan membahas tentang fakta madu dan bahayanya bila diberikan pada bayi kurang dari setahun, tetapi tetap kami sarankan untuk berkonsultasi pada dokter anak anda.

Apakah madu mengandung botulism?
Madu bisa mengandung spora botulism yang dapat mengakibatkan keracunan botulism. Di beberapa area seperti AS, terdapat beberapa madu yang mengandung kadar spora botulism tinggi. Hal ini dikarenakan tanah yang mengandung spora botulismdan bunga yang menjadi sumber madu, hidup dan tumbuh di tanah tersebut. Kebanyakan madu dikonsumsi dalam bentuk mentah dan biasanya tidak dipasteurisasi, sterilisasi, ataupun melalui radiasi. Bahkan terkadang madu yang sudah dipasteurisasi dapat mengandung spora/ bakteri botulism dan sebaiknya tidak diberikan pada bayi kurang dari setahun.

Orang dewasa dapat mentoleransi spora botulism dalam jumlah kecil daripada bayi
Pada orang dewasa, jumlah spora botulism yang berasal dari madu dapat diatasi karena system pencernaan orang dewasa sudah matang. Sistem pencernaan orang dewasa memiliki asam yang mampu melawan racun yang diproduksi botulism. Ketika bayi telah mencapai satu tahun, pencernaan mereka telah memproduksi asam secara seimbang yang mampu menghancurkan dan melawan racun yang diproduksi botulism.

Apakah bayi dapat mengkonsumsi makanan yang mengandung madu?
Spora botulism hanya dapat dibunuh melalui pemanasan yang sangat tinggi pada tekanan tinggi. Racunnya (yang diproduksi secara anaerob) hanya dapat dimusnakan melalu perebusan dengan tekanan tinggi.Jadi secara teknis, madu tidak aman bagi bayi kurang dari setahun walaupun dimasak. Spora botulism tidak dapat dimusnahkan melalui pemasakan yang biasa kita lakukan di rumah tangga.

                                                                         Diambil dari www.wholesomebabyfood.com
                                                                         Diterjemahkan oleh Hersanti Sulistyaningrum, S.Gz

Thursday, November 8, 2012

DIARE PADA BAYI DAN ANAK


Makanan Yang Dapat Membantu Menghentikan  Diare Pada Bayi

Diare pada bayi sering membuat para orang tua takut terkena dehidrasi dan ruam yang menyakitkan. Pada saat bayi terkena diare, banyak orang tua ingin tahu makanan apa yang dapat meringankan diare.

Apakah Penyebab Diare Pada Bayi?
Anak – anak dapat terserang diare akut maupun kronik. Infeksi dari Rotavirus biasanya penyebab utama diare akut pada anak. Diare yang diakibatkan rotavirus biasanya akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 3-4 hari. Bayi – bayi usia 6-32 mingu bisa mendapatkan imunisasi untuk melawan Rotavirus yang biasanya disebut vaksinasi Rotateq. Berikut adalah beberapa penyebab diare akut :
·         Sensitive terhadap makanan
·         Bakteri
·         Virus
·         Parasit
·         Pengobatan
·         Gangguan fungsi pencernaan

Jika anak anda terkena diare, jangan ragu untuk menghubungi dokter untuk konsultasi. Diare sangat berbahaya terutama pada bayi baru lahir dan bayi usia <1 tahun karena rentan terkena dehidrasi walau hanya sehari ataupun dua hari. Bayi bisa saja meninggal karena dehidrasi. Penanganan utama pada bayi dan anak – anak adalah rehidrasi untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang secara cepat.

Makanan Apa yang Perlu Diberikan Pada Bayi / Anak Diare?
Berikan makanan dalam porsi kecil ketika bayi/anak anda diare. Hal ini akan membantu system pencernaan bekerja secara perlahan. Sistem pencernaan yang masih mungil dan rapuh membutuhkan waktu untuk kembali bekerja seperti semula. Jangan khawatir, system pencernaan anak anda akan kembali normal dalam waktu 3-4 hari, penyembuhan butuh waktu.
Ingat BRAT untuk anak diare
·         B : Banana (pisang)
·         R : Rice (nasi)
·         A : Apple sauce (saus apel)
·         T : Toast (roti bakar)
Makanan yang terbuat dari bahan BRAT akan membantu mengeraskan tinja anak. Makanan – makanan ini mengandung serealia dan beberapa buah, contohnya
1.       Pisang
2.       Nasi
3.       Roti bakar
4.       Pasta
5.       Kentang
6.       Yogurt
7.       Saus apel

Makanan – Makanan yang Perlu Dihindari Ketika Diare


  • Semua makanan yang mengandung susu (kecuali yogurt karena yogurt mengandung bakteri baik, tetapi tetap konsultasikan pada dokter spesialis anak anda untuk penggunaannya)
  • Buah – buahan yang diawali dengan huruf P seperti pear, peach, prune, plum, apricot dan buah – buahan yang dapat membantu BAB
  • Makanan – makanan tinggi serat.

Telah disebutkan Saus apel dapat mengurangi diare. Saus apel berbeda dengan Jus apel. Pada saus apel, ampas lebih banyak sedangkan pada jus apel lebih banyak sari buah / airnya.
Saus apel banyak mengandung pectin yang dapat mengeraskan tinja sehingga tidak disarankan pada bayi / anak yang sedang konstipasi / sembelit.
Jus apel mengandung lebih banyak gula dan baik untuk bayi / anak yang mengalami konstipasi/ sembelit.

Ditulis oleh Maggie Meade
Diterjemahkan oleh Hersanti Sulistyaningrum, S.Gz

Wednesday, November 7, 2012

MENGENALKAN MAKANAN PENDAMPING ASI



Tips, Daftar MPASI untuk Bayi dan Informasi Penting yang Berkaitan dengan MPASI

Mengenalkan MPASI pada bayi anda merupakan tahap yang sangat penting. Pada tahap ini anda akan menemukan banyak hal lucu dan juga menarik. Satu hal yang perlu diingat adalah bayi anda memiliki banyak waktu untuk mengenal makanan sehingga anda tidak perlu terburu – buru.
Ingat pada tahap ini anda sedang berada di tahapan yang sangat penting bagi kebiasaan makan sehat anak anda dan berpengaruh sepanjang hidupnya.

REKOMENDASI TERKINI DALAM MPASI
ASI ataupun Susu Formula merupakan sumber utama gizi bayi usia kurang dari 6 bulan. Pengenalan MPASI terlalu dini dapat menyebabkan beberapa resiko, hal ini dapat anda konsultasikan ke dokter spesialis anak anda.

APAKAH ANAK ANDA SUDAH SIAP UNTUK MPASI?
Bagaimana cara anda mengetahui bahwa bayi anda telah siap untuk MPASI? Ada beberapa tanda – tanda yang mengindikasikan anak anda telah siap untuk menerima MPASI:
  • Dapat mengendalikan lidahnya lebih baik.
  • Mulai bisa melakukan gerakan mengunyah ke atas dan ke bawah.
  • Hobi memasukkan apapun ke dalam mulut.   
  • Memiliki minat terhadap rasa-rasa baru.
MPASI
Ketika bayi anda telah siap untuk MPASI, anda bisa mengawalinya dengan buah alpukat, ubi, pisang, ataupun pir.
Sebaiknya anda memberikan satu makanan baru pada satu kali pemberian makan, dan tunggu setidaknya 2-3 hari sebelum mengenalkan yang lain. Banyak pula orang tua yang menggunakan “4 days wait rule”ndan memilih untuk menunggu 4 hari sebelum mengenalkan makanan baru. Setiap makanan baru, amati reaksi alergi seperti diare, gatal – gatal kemerahan, ataupun muntah. Apabila ada salah satu gejala alergi yang muncul, stop pemberian makanan tersebut dan konsultasikan ke dokter spesialis anak anda.
Dalam beberapa bulan, sebaiknya anda mengenalkan makanan yang bervariasi
·      ASI
·      Daging (ayam, sapi)
·      Serealia (nasi, havermout)
·      Sayur
·      Buah
·      Telur dan ikan
Ingat untuk selalu mengkonsultasikan ke dokter spesialis anak anda pada saat memberikan MPASI dan diskusikan pula makanan – makanan yang dapat menyebabkan alergi pada anak anda.

Ditulis oleh Maggie Meade
Diterjemahkan oleh Hersanti Sulistyaningrum, S.Gz

Sunday, February 26, 2012

CINTA

           Tak terasa satu setengah bulan berlalu. Putriku mulai tumbuh dan berkembang. Tangannya yang mungil mulai berisi. Kakinya yang kecil mulai membesar. Pipinya juga tambah menggemaskan. Rasa sayangku pun dari hari ke hari semakin merekah.
            Putriku sangat menggilai air susu yang terus mengalir dari payudaraku. Alhamdulillah Allah menyayangiku dengan memberikan kemudahan dalam menyusui putriku. Air susu yang melimpah ruah mampu memenuhi kebutuhan gizinya, bahkan karena saking sukanya, setiap 20 menit sekali ia minta ASI. Terkadang dia muntah karena perutnya yang kecil tidak mampu menampung semua ASI yang telah diminumnya.
            Tidak hanya kesukaannya pada ASI-ku yang membuat ku kewalahan. Pola tidurnya yang ajaib pun membuatku harus beradaptasi. Pagi sampai sore hari dia suka sekali tidur. Begitu bulan mulai tersenyum, putriku pun mulai membuka matanya dan mengajak bermain. Terkadang dia rewel minta ASI padahal perutnya sudah penuh.
            Hal yang membuatku sangat bangga pada putriku adalah kesukaannya jika diajak jalan – jalan. Dia tidak pernah rewel. Alhamdulillah. Jalan – jalan perdananya pada saat harus control ke dokter anak satu minggu setelah kelahirannya. Jarak rumah sakit yang cukup jauh dan panjangnya antrean membuatku sedikit khawatir. Aku takut dia banyak menangis karena terlalu lama di luar rumah, tetapi aku salah. Putri mungilku yang cantik sama sekali tidak rewel. Dia sempat minta ASI sekali, kemudian dengan antengnya dia menunggu giliran untuk diperiksa dokter. Selanjutnya putriku juga tidak pernah rewel ketika harus kembali control dan menemaniku berbelanja keperluan bulanan.
            Menjadi seorang ibu muda memang banyak yang harus diadaptasi tetapi justru hal itu yang membuatku semakin saying pada anakku. Apapun yang dilakukannya selalu bias membuat bibirku tersenyum lebar dan hatiku berbunga – bunga. I love you so much my daughter. You are my everything.

Friday, February 3, 2012

26 Desember 2011

04.00
Aku terbangun dari tidur. Sedikit cairan bening keluar tak tertahankan dari vaginaku. Sempat aku berpikir bahwa aku mengompol. Segera aku beranjak dari tempat tidur dan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Aku kembali ke tempat tidur untuk kembali melanjutkan tidurku yang terganggu.

05.00
Aku kembali terbangun. kejadian pukul 04.00 terulang kembali. Segera aku beranjak dan kemudian melaksanakan kewajibanku sebagai umat muslim, sholat subuh. Aku tidak bisa tidur lagi. Keluarlah aku dari kamarku dan menyapa kedua orang tuaku yang sudah terlebih dahulu bangun.

06.00
Aku mengatakan kepada orang tuaku perihal cairan tersebut. Ibuku memiliki pikiran yang sama denganku, curiga cairan tersebut adalah air ketuban. Segera kami ke rumah bidan terdekat untuk diperiksa. Sesampainya disana, bidan mengatakan bahwa cairan tersebut bukanlah air ketuban tetapi ada indikasi penipisan dinding vagina yang menandakan aku akan melahirkan dalam waktu dekat. Atas saran beliau, aku pulang ke rumah dan beristirahat.

06.30
Aku ngobrol dengan suamiku melalui skype. Sudah seminggu kami tidak bertemu (suamiku bekerja di Jakarta & aku tinggal di Semarang). Dalam keadaan baru bangun tidur dan rambut masih acak - acakan, dia menyapa dan mngajakku bercengkrama. Aku bercerita bahwa tadi pagi ada cairan bening keluar dari vaginaku. Aku juga mengatakan kecurigaanku air tersebut air ketuban. Aku juga menceritakan apa yang telah bidan sampaikan kepadaku. Tiba - tiba ditengah - tengah percakapan kami, keluar lagi cairan bening dengan jumlah yang cukup banyak. Segera kuberitahukan kepada ibuku. Ibuku pun langsung menghubungi bidan untuk berkonsultasi. Bidan menyarankan agar aku segera ke rumah sakit karena aku berencana untuk melahirkan ke rumah sakit. Tak lupa ku infokan hal ini kepada suamiku.

07.00
Aku, ibuku, ayahku, dan adikku yang paling kecil bergegas ke RS Bunda. Disana aku diperiksa, apakah air yang telah keluar adalah air ketuban. Ternyata benar. Aku tidak diijinkan untuk pulang ke rumah. Aku diminta untuk bedrest dn diobservasi tanpa diberi tindakan apapun selama 4 jam karena aku tidak merasakan kontraksi sedikitpun dan belum ada pembukaan. Akhirnya mulailah aku beristirahat di ruang rawat inap rumah sakit.

12.00
Suamiku memberi kabar bahwa ia sudah mendapatkan tiket ke Semarang pukul 13.00. Paling tidak pukul 14.00 dia sudah bisa menemaniku di Semarang.

13.30
Dokter kandungan yang memeriksaku selama ini menginstruksikan bidan rumah sakit untuk memberikan obat perangsang kontraksi berupa pil per vaginal. Keterangan yang diberikan bidan rumah sakit, apabila gagal kontraksi dalam waktu 4 jam, maka akan diberikan obat perangsang lagi dan hal ini akan dilakukan sebanyak 3 kali.

14.30
Aku mulai merasakan kontraksi. (mulas) tetapi hilang timbul belum teratur.

16.00
Kontraksi semakin terasa dan semakin sering. Untung suamiku telah datang dan menghiburku. Salah satu bidan menawarkan untuk pindah ke ruang bersalin. Kontraksi semakin sakit dan aku memutuskan untuk pindah ke ruang bersalin. Sesampainya di ruang bersalin, ternyata sudah pembukaan 7. Aku salut dengan suamiku. Dia tipikal pria yang tidak bisa melihat darah, tetapi dia memberanikan diri untuk masuk ke ruang bersalin menemani dan menyemangatiku.

17.30
Kontraksi semakin kuat tapi pembukaan masih tetap bukaan 7. Rasa mulas yang tak tertahankan membuatku ingin menangis tapi aku teringat pesan instruktur senam hamilku. Aku tidak boleh menangis, jika aku menangis hidungku akan tersumbat dan aku akan kesulitan mengambil napas untuk mengejan.Kugenggam erat tangan suamiku sambil terus menerus beristighfar. Suamiku sempat memintaku untuk menggigit tangannya jika aku tidak kuat menahan sakit. Aku tidak mau. Aku tidak ingin menyakitinya.

18.00
Bidan mengatakan bukaan sudah lengkap. Aku diperbolehkan untuk mengejan. Rasa mulas yang sudah tak tertahankan kujadikan motivasi untuk mengejan sekuat kuatnya. Pada saat itu, dokter kandungan yang memeriksaku selama ini belum kunjung datang. Ketika kepala bayiku sudah mulai terlihat, beliau datang. Dokter, bidan, dan suamiku menyemangatiku untuk terus mengejan serta mengngatkanku untuk tidak menutup mataku. Secara tidak sadar aku menutup mataku sebentar ketika mengejan, hasilnya pembuluh darah dimataku ada yang pecah di beberapa titik. Untungnya titik - titik kemerahan itu hilang dalam waktu kurang lebih 10 hari.

18.50
Setelah perjuanganku untuk mengejan, akhirnya putri mungilku yang cantik lahir. Segera setelah dia keluar dari tubuhku, bidan meletakkannya di dadaku untuk Inisiasi Menyusui Dini. Aku juga mendekapnya dan membelainya walaupun tubuh putriku masih penuh lemak dan sedikit darah. Aku dan suamiku bahagia sekali.
Segera suamiku meng-adzaninya. Air mata tak tertahankan keluar dari mata kami berdua.

Alhamdulillah ya Allah..Engkau telah memberikan kemudahan, kelancaran, dan keselamatan untukku dan putri mungilku yang cantik. Semoga Engkau meridhoi keluarga kami dan menjadikan putriku solehah, pintar, baik hati, beruntung, dan tidak kurang suatu apa pun. Amin ya robbal alamin.



KIRANA ABHINAYA HADI
Ayah dan bunda sangat menyayangimu nak.....