Sunday, January 5, 2014

Pengenalan MPASI

MPASI

Ada beberapa cara yang bisa digunakan dalam mengenalkan makanan padat pada bayi. Ada yang langsung mengenalkan semuanya di satu waktu, tetapi ada juga yang memilih untuk bertahap. Salah satu referensi bagus untuk mengenalkan makanan padat adalah www.wholesomebabyfood.com.

Pengenalan makanan padat secara bertahap dan dimulai sejak 6 bulan didasarkan pada kemampuan lidah bayi dalam proses menelan makanan. Bayi kurang dari 6 bulan, rata - rata kemampuan menelannya belum sempurna sehingga kejadian tersedaknya makanan sering terjadi.

Waktu Naya baru mengenal makanan padat, aku lebih memilih cara bertahap dan dimulai dengan buah. Sistem kenalkan makanan dengan mencobakan satu jenis makanan selama 3 hari kupakai supaya memudahkan mengenali alergi makanan pada Naya. Plus membuat catatan kecil tentang reaksinya. Biasany begini catatannya:

Tanggal :
Nama makanan:
Reaksi ketika disuapi:
      Doyan/ga doyan
Sisa makanan:
      Habis/ ga habis
Pup : biasanya kuisi warna dan bentuknya

3 HARI PERTAMA
1x makan dalam sehari
Berupa Pure buah
Buah diblender lalu disaring
Jenis buah: jeruk baby peras, pepaya, alpulat, pir, apel kukus blender, pisang ambon bkn sunpride

3 HARI KEDUA
2x makan sehari (1x buah, 1×biskuit bayi)
Biskuit bayi bisa dimulai dengan 1/2 keping selama 3hari. Setelah itu 1 keping. Pastikan biskuit bayi bukan biskuit dewasa.
Biskuit bayi dihancurkan dengan air atau ASI atau Sufor.

3 HARI KETIGA
3x makan sehari (1x buah, 1×biskuit bayi, 1x bubur susu bayi).
Bubur susu bayi bisa yang instant (buatan pabrik) atau homemade. Sebaiknya homemade karena rendah natrium, dan tidak ada rasa kecuali rasa alami bahan makanan itu sendiri. Pengenalan gula, madu dan garam sebaiknya setelah anak usia satu tahun. Hal ini dikarenakan ginjal bayi belum siap untuk bekerja berat. Jika ingin mengenalkan rasa asin, bisa menggunakan keju jika bayi sdh menginjak 8 bulan dan penggunaan unsalted butter minimal usia 8 bulan untuk penambahan perbendaharaan rasa. Untuk rasa manis, bisa mencampurkan buah yang rasanya manis. Naya dulu kuberi tepung gasol, karena bukan instant(jadi harus dimasak) dan bahan makanan yang dislep jadi tepung. Kelemahan gasol adalah rasanya sangat alami. Tiga kali pertama Naya mencoba gasol, makannya tidak lahap, mungkin karena rasa. Tapi kemudian selanjutnya dia mau. Kuncinya telaten. Bisa diawali dengan tepung gasol beras merah kemudian bisa dicoba varian lain. Naya suka beras merah, beras cokelat, ubi ungu.

Cara membuat bubur susu:
2sdm tepung bahan makanan
Air 1 gelas
Panaskan, aduk sampai mendidih dan mengental(sangat kental)
Encerkan dengan 2sdm sufor yg sdh diencerkan atau ASI. Encerkan bubur susu tapi jangan sampai terlalu encer..jadi masih kental.

Resep bubur susu juga banyak di internet.

3 HARI KEEMPAT
3x makan 2x snack (3x bubur susu, 1x pure buah, 1x biskuit bayi)

7 BULAN
Kenalkan sayur seperti bayam, wortel, labu kuning, labu siam, bit. Caranya kukus atau rebus sayur kemudian parut atau cincang, campurkan di bubur susu.

8 BULAN
Kenalkan protein hewani, dimulai dengan kaldu ceker. Biasanya untuk daging, bayi masih sulit menelannya. Naya sering kelolodan daging. Sampai sekarang, jadi harus benar - benar halus atau bahkan diblender. Snack bisa juga dengan buat sendiri, ga melulu biskuit. Bisa dibuatkan makanan kukus seperti macaroni scutel.

9 BULAN
Naikan konsistensi bubur. Bisa dengan menggunakan bubur beras biasa. Campurkan sayur dan protein hewani.

11 BULAN
Naikkan menjadi nasi tim.

12 BULAN
Naikkan menjadi nasi lembek.
Bisa coba kenalkan telur. Jika alergi, tunggu sampai 1,5 tahun. Pencernaan mungkin lebih siap.

TARGET USIA SETAHUN SUDAH BISA NASI WALAUPUN MASIH NASI LEMBEK

Good Luck ya kak..
Mungkin keliatan rempong terutama kalo mau pergi - pergi harus nyiapin makannya, tapi menyenangkan.

2 tahun pertama kehidupan, mempengaruhi selera makannya seumur hidup. Kadang ada momen mogok makan, tapi jangan menyerah dengan memberikan susu aja. Takutnya anak menjadi malas makan.

Semakin banyak jenis makanan yang dikenalkan, semakin baik untuk dia sampai dewasa.

0 comments:

Post a Comment